Jumat, 26 Mei 2017

Unggah-unggahan

Hadir lagi bulan Romadlon, bulan puasa yang bagi kaum muslimin merupakan bulan yang ditunggu-tunggu. Dalam banyak ceramah menyambut bulan puasa, banyak disebut keistimewaan bulan ini, yang kemudian menuntut adanya suka-cita menyambut kedatangannya. Ada banyak tradisi menyambut bulan yang disucikan ini, dari tabuh bedug masjid di pagi hari (kini ketika penetapan awal puasa semakin rumit, tradisi ini sepertinya sudah tak ada lagi), saling kunjung-mengunjungi di antara famili dan handai taulan, bersih-bersih rumah dan kuburan, mandi keramas, hingga saling berbagi makanan.

Rabu, 09 April 2014

Pemilu Legislatif; Ternyata Ramai



Ini diluar prediksi. Karena sebelumnya santer diberitakan golput akan meningkat di pemilu legislatif (pileg) sekarang, juga dari hasil ngobrol dengan banyak orang yang umumnya mereka menganggap pileg tidak penting, saya sempat meyakini banyak TPS (Tempat Pemungutan Suara) akan sepi saat ini. Juga mengingat Pilkada Jawa Tengah lalu yang sepi. Eh ternyata, tak cuma TPS di depan rumah yang penuh sesak, bahkan di televisi partisipasi warga diberitakan meningkat.

Selasa, 01 April 2014

Lontong



Saya tidak tahu pasti dari mana asal makanan yang bahannya dari beras ini, namun saya menduga dari ujung barat sampai ujung timur pulau Jawa masyarakatnya mengenal makanan yang pembungkusnya dari daun pisang ini.  Ada model lain dari makanan jenis  ini, cuma dengan pembungkus dari “blarak” atau daun kelapa, namanya ketupat, tapi lontong sepertinya lebih mudah ditemui di keseharian. Dan  saya akrab dengan ketupat—saya kira—hanya karena kagum dengan bungkusnya yang unik dan namanya yang seakan tak bisa dipisahkan dengan perayaan Hari Raya Iedul Fitri, tapi dalam hal  menikmati, bisa dibilang—kalau kata Orang Betawi: lontong gue banget.

Minggu, 30 Maret 2014

Miara Perkutut



Merupakan sesuatu yang lazim burung perkutut dipiara atau dipelihara oleh orang-orang tua kita di masa yang lalu. Adapun sekarang sudah jarang kita jumpai tiang-tiang dari bambu menjulang di halaman rumah, yang dulu merupakan sesuatu yang umum sebagai kebiasaan orang jaman dulu menyediakan tempat bagi burung piaraannya itu manggung. Seingat saya istilahnya “manggung” untuk burung perkutut, karena di sangkarnya burung-burung itu tak sekedar makan dan berdiam atau dilihat keindahan bulunya, tapi ditunggu pula aksi panggungnya yakni menunjukkan keindahan suaranya.

Jumat, 28 Maret 2014

Ardian Yahya

Nah, sekarang giliran saya. Saya cucu pertama Mbah Imron Ibad dan Mbah Siti Masnah, orang yang paling hebat di Desa Petunjungan. Saya sekarang sudah sekolah di nol besar TK Aisyiyah Sitanggal bareng Ibu yang mulang di sana. Hebat kan? Nggak usah banyak cerita, langsung saja lihat-lihat poto saya ya...