Ali
ra. menyatakan, Muhammad Rosululloh Saw bersabda, “Apabila malam Nishfu Sya’ban
tiba, dirikanlah malam harinya (dengan mengerjakan sholat sunnah) dan
berpuasa siang harinya. Sungguh sejak matahari tenggelam pada malam itu rahmat
Alloh turun ke langit paling bawah. Lalu Dia berirman, ‘Apakah ada orang yang
meminta ampun? Niscaya akan Kuampuni. Apakah ada orang yang meminta rezeki?
Niscaya dia akan Kuberi rezeki. Adakah orang yang tertimpa musibah? Niscaya Aku
akan membebaskannya. Adakah demikian, dan adakah demikian?’ hal itu berlangsung
hingga terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah)
Senin, 30 April 2018
Sabtu, 24 Juni 2017
Jumat, 26 Mei 2017
Unggah-unggahan
Hadir lagi bulan
Romadlon, bulan puasa yang bagi kaum muslimin merupakan bulan yang
ditunggu-tunggu. Dalam banyak ceramah menyambut bulan puasa, banyak disebut
keistimewaan bulan ini, yang kemudian menuntut adanya suka-cita menyambut
kedatangannya. Ada banyak tradisi menyambut bulan yang disucikan ini, dari
tabuh bedug masjid di pagi hari (kini ketika penetapan awal puasa semakin
rumit, tradisi ini sepertinya sudah tak ada lagi), saling kunjung-mengunjungi
di antara famili dan handai taulan, bersih-bersih rumah dan kuburan, mandi
keramas, hingga saling berbagi makanan.
Selasa, 27 Oktober 2015
Rabu, 09 April 2014
Pemilu Legislatif; Ternyata Ramai
Ini diluar prediksi.
Karena sebelumnya santer diberitakan golput akan meningkat di pemilu legislatif
(pileg) sekarang, juga dari hasil ngobrol dengan banyak orang yang umumnya
mereka menganggap pileg tidak penting, saya sempat meyakini banyak TPS (Tempat Pemungutan Suara) akan
sepi saat ini. Juga mengingat Pilkada Jawa Tengah lalu yang sepi. Eh ternyata,
tak cuma TPS di depan rumah yang penuh sesak, bahkan di televisi partisipasi
warga diberitakan meningkat.
Selasa, 01 April 2014
Lontong
Saya tidak tahu pasti dari mana asal makanan yang bahannya dari beras ini, namun
saya menduga dari ujung barat sampai ujung timur pulau Jawa masyarakatnya
mengenal makanan yang pembungkusnya dari daun pisang ini. Ada model lain dari makanan jenis ini, cuma dengan pembungkus dari “blarak” atau daun
kelapa, namanya ketupat, tapi lontong sepertinya lebih mudah ditemui di
keseharian. Dan saya akrab dengan
ketupat—saya kira—hanya karena kagum dengan bungkusnya yang unik dan namanya
yang seakan tak bisa dipisahkan dengan perayaan Hari Raya Iedul Fitri, tapi
dalam hal menikmati, bisa dibilang—kalau
kata Orang Betawi: lontong gue banget.
Minggu, 30 Maret 2014
Miara Perkutut
Merupakan sesuatu yang lazim burung perkutut dipiara atau dipelihara oleh orang-orang tua
kita di masa yang lalu. Adapun sekarang sudah jarang kita jumpai tiang-tiang dari bambu
menjulang di halaman rumah, yang dulu merupakan sesuatu yang umum sebagai
kebiasaan orang jaman dulu menyediakan tempat bagi burung piaraannya itu
manggung. Seingat saya istilahnya “manggung” untuk burung perkutut, karena di
sangkarnya burung-burung itu tak sekedar makan dan berdiam atau dilihat
keindahan bulunya, tapi ditunggu pula aksi panggungnya yakni menunjukkan
keindahan suaranya.
Langganan:
Postingan (Atom)

