Saya tidak tahu pasti dari mana asal makanan yang bahannya dari beras ini, namun
saya menduga dari ujung barat sampai ujung timur pulau Jawa masyarakatnya
mengenal makanan yang pembungkusnya dari daun pisang ini. Ada model lain dari makanan jenis ini, cuma dengan pembungkus dari “blarak” atau daun
kelapa, namanya ketupat, tapi lontong sepertinya lebih mudah ditemui di
keseharian. Dan saya akrab dengan
ketupat—saya kira—hanya karena kagum dengan bungkusnya yang unik dan namanya
yang seakan tak bisa dipisahkan dengan perayaan Hari Raya Iedul Fitri, tapi
dalam hal menikmati, bisa dibilang—kalau
kata Orang Betawi: lontong gue banget.